Baca: yohanes 12: 1-5
(yohanes 12:3)
Karena minyak narwastu yang dituangkan maria ke kaki Yesus, maka seluruh rumah tempat mereka berada menjadi harum dan menyegarkan. Bau harum pada awalnya diciptakan dari bahan-bahan alami, melalui proses penyulingan. baik dari bunga, buah, rempah2 atau sejenis kayu-kayuan. Begitu pula parfum yang dibawa maria. Parfum itu terbuat dari bahan rempah, yakni akar narwastu, yang biasa dipakai sebagai parfum untuk ruangan raja (Kid Agung1,12, 4:14).
Minyak narwastu itu sangat mahal, bahkan senilai gaji buruh selama 1 tahun (yoh 12:5). Namun, sesungguhnya pengorbanan maria yang terbesar bukan pada minyak narwastunya, tetapi bahkan ia bersedia menyeka kaki Tuhan Yesus dengan rambutnya. Barang kali banyak orang bisa berkorban harta, tetapi maria mau melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Ia berkorban diri, mengapa? Karena kasih dan hormatnya kepada Tuhan Yesus.
Sikap yang ditunjukan oleh keluarga marta dan maria dalam yohanes 12 ini patuh dicontoh. Bukan hanya karena mereka mengharumkan ruangan dengan parfum. Melainkan karena mereka menciptakan keharuman lain, yang muncul dari sikap baik yang ditujukan oleh para penghuni rumah itu. Kita melihatnya ketika mereka mengundang Yesus datang ke perjamuan. Disitu setiap penghuninya memainkan yang berarti : mau melayani seperti Marta (ayat2), mau berkorban seperti maria ( ayat 3). Dan bukan menyalahkan seperti yudas ( ayat 4). Biarlah tempat tinggal kita, juga sesemerbak rumah mereka, oleh keharuman sikap dari setiap anggota keluarga
(keharuman rumah bukan ditentukan oleh fasilitasnya, melainkan sikap penghuninya)

0 Tanggapan ke “Rumah yang harum”