TEMAN HIDUP

Memilih teman hidup ini tidak sekedar saja. Berbicara tentang teman hidup bukan hanya menarik dan penting, tetapi kadang rumit. Jika kita mendefinisikan teman hidup sekadar teman  jalan2, nonton, makan, antar jemput atau diskusi; maka hal ini tidaklah terlalu penting dan perlu dipikirkan masak-masak. Cukup suka sama suka dan dipertahankan selagi masih mau.

Namun tidak demikian bila kita berbicara tentang seseorang yang kelak akan menjadi suami atau istri kita. Hal ini akan menjadi masalah yang penting, bahkan sangat penting. Pernikahan adalah keputusan yang sangat penting sebab menyangkut seluruh kehidupan kita secara permanen. Karena kita tidak dapat bercerai setelah mengucapkan janji pernikahan di depan altar saat menikah, maka setiap orang Kristen harus menyelidiki dengan seksama apa yang Allah katakan tentang hal ini dalam Firman-Nya.

Mendapatkan teman hidup yang sesuai dengan kehendak Allah adalah hal yang sangat penting, karena dalam iman kristen tidak boleh ada perceraian (Mat 19:6).

Cara yang keliru yang harus dihindari misalnya:

1. Mengadakan pelet atau guna-guna

2. Sistem tunjuk Alkitab secara Acak/menggunakan Alkitab sebagai buku nujum

3. Minta tanda secara magis seperti horoskop dst

4. Tidak menggunakan standar secara Alkitabiah, seperti memilih berdasarkan keinginan mata (Ams 31:30), atau karena daya tarik materi.

Ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam berkencan yang mengarah kepada memilih pasangan hidup / teman hidup, yaitu:

  1. 1.         Pilih yang seiman

Air dan minyak tidak dapat bercampur, seorang yang takut ketinggian tidak bijaksana menerima ajakan seorang pendaki yang ingin mendaki lereng gunung Everest. Seorang pengikut kristen tidak dapat membangun pernikahan yang berhasil jika menikah dengan orang yang tidak percaya.

–          Mengapa orang harus meributkan apakah pasangan hidup saya seorang percaya atau bukan?

Tidak ada hal yang lebih penting selain kita atau pasangan kita memiliki kerohanian yang baik. Abraham tau itu sehingga dia mengutus pelayannya untuk menemukan pasangan yang sepadan kerohaniannya dengan anak laki-lakinya. Abraham memberikan kepada pelayannya perintah2 tegas ( pada ayat 3,4). Seperti kita tau orang Kanaan adalah penyembah-penyembah berhala dengan nilai moral yang terkenal sangat rendah, seperti pengorbanan manusia dan upacara kesuburan dengan menyelewengkan kekudusan seks.

–          Siapa orang Kanaan jaman sekarang?

Orang kanaan jaman sekarang tidak selalu sosok penyembah berhala yang terlihat dengan jelas. Tetapi kita harus bertanya: ”Apakah orang yang membuat anda tertarik itu mengenal YESUS KRISTUS?, Apakah orang itu hidup untuk-Nya? ”.

Mereka bisa saja menampakan kehidupan beragama dalam segi-segi positif, tetapi orang yang religius tetap tidak cukup.

( II Korintus 6:14,15) dalam ayat itu walaupun tulisan Rasul paulus tidak hanya di fokuskan dalam mencari teman hidup. Tetapi prinsip yang terkandung didalamnya dapat kita terapkan untuk mencari teman hidup. Kita dapat melihat juga ( I Korintus 7:39) ayat ini bukan hanya di fokuskan kepada janda saja, tapi secara umum juga bagi orang percaya. ”Jika kita adalah orang percaya, orang yang akan kita pilih sebagi TH kita haruslah orang percaya”.

”Carilah seorang yang mengenal Kristus sebagai Juruslamat dan yang memiliki bukti-bukti pertumbuhan rohani”.

–          Salahkah jika kita memilih TH dengan orang yang kerohaniannya tidak sepadan dengan kita?

Kehampaan. Jika kita membaca tentang kisah raja salomo dan juga perjalanan Musa menuntun bangsa Israel ke tanah kanaan. di situ Allah mempertegas dalam hukumnya, bahwa bangsa Israel tidak boleh menikahi bangsa lain yang tidak percaya kepada Allah, karna nantinya umat Allah akan dibawa untuk menyembah allah mereka, dan itu dapat mendatangkan murka Allah sehingga Allah dapat memusnahkan mereka.

Walaupun raja salomo tau perintah Allah itu, dia tetap melanggarnya, dan akhirnya saat tua, istri2nya itu membawa dia untuk menyembah berhala dan menyelewang dari Allah. Dan akhirnya salomo serta rakyatnya menderita.

Sepanjang sejarah bangsa israel, jika mereka menikah dengan penyembah berhala, selalu ada pengaruh yang kuat dan negatif pada orang2 israel.

Untuk itu kita harus siap melawan pencobaan untuk melupakan hal yang paling mendasar dari kesepadanan rohani. Hanya karena dia cantik atau tampan, baik hati, ramah, penuh perhatian, atau betul-betul terlihat seperti mengasihi kita. Jangan pernah membuat perasaan kalian menginjak-injak hubungan kita dengan Allah.

Untuk melihat :

  1. Apakah Kita Sepadan?

A. Dalam iman. Carilah orang yang sudah lahir baru (2Kor 6.14)

B. Dalam segi fisik. Sebaiknya pria lebih tua 4 tahun

C. Dalam pendidikan. Bila ternyata tingkat pendidikan jauh berbeda, maka biasanya akan menimbulkan masalah di dalam hal berkomunikasi. Dianjurkan bagi yang masih belajar untuk menyelesaikannya terlebih dahulu dengan baik (Ams 24.27, Kid 3.5)

D. Dalam segi sosial. Perbedaan status sosial, tingkat ekonomi, adat kebiasaan, suku atau bangsa perlu menjadi pertimbangan, sebab hal ini sangat berpotensi untuk menimbulkan masalah yang memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi satu dengan yang lain.

”Untuk menentukan apakah kita sudah menemukan pasangan yang sepadan dibutuhkan waktu. Cinta sejati tahan terhadap ujian waktu. Cinta sejati tidak memudar. Bahkan makin bertumbuh seiring dengan berlalunya waktu”.

2. Apakah Orang Tua Setuju?

Efesus 6:1-3 memerintahkan kita agar taat dan hormat terhadap orang tua. Banyak kita orang-orang muda sering menganggap orang tua sebagai penghalang bagi keinginan hati kita, padahal Allah seringkali menyatakan kehendakNya melalui orang tua kita (yang seiman). Biasanya orang tua memiliki pandangan yang lebih realistis dibandingkan dengan kita anak-anak muda, apalagi yang sedang jatuh cinta. Jadi restu orang tua sangat penting bagi kebahagiaan hidup rumnah tangga kita.

3. Apakah Kita Bersih secara Moral?

Kita harus senantiasa hidup menyenangkan dan memuliakan TUHAN (2Kor 5.9). Masa pacaran jangan digunakan untuk melampiaskan hawa nafsu , namun untuk saling mengenal pribadi satu dengan yang lain lebih mendalam. Karena itu hindarilah berpacaran di tempat-tempat sepi dan gelap, dan hal-hal yang dapat menimbulkan nafsu berahi (Misalnya nonton blue film, menggunakan pakaian yang merangsang, dll). Sebaiknya isilah waktu pacaran dengan hal hal yang positif seperti berolah raga, mengikuti pelayanan, mengikuti kegiatan gereja dsd.

C. Etika yang Harus Diperhatikan Waktu Berpacaran

1. Tunjukkan saling menghormati. Jangan membiasakan meraba-raba

2. Pilih waktu dan tempat yang tepat dan layak untuk berpacaran

3. Hindari kebiasaan yang dapat menimbulkan berahi. Contoh: berciuman. Karena berciuman akan menimbulkan nafsu berahi.

4. Jangan bertamu (wakuncar) sampai larut malam (terlalu lama)

5. Hormati orang tuanya ( cara berbicara dan bertingkah laku)

6. Berpikirlah selalu dengan pikiran yang bersih dan memuliakan Tuhan.

  1. Percaya Kepada Allah.

Memang tidak mudah menunggu seseorang yang dapat memenuhi keinginan kita.  Namun seluruh kehidupan kita tampaknya sudah menjadi proses belajar menunggu dalam ketergantungan kepada orang lain. Semua bermula dari masa kanak-kanak kita, kita mau susu, popok yang bersih atau mainan kesayangan di atas lemari. Kita harus belajar berulang-ulang bahwa kita tidak dapat memperoleh semuanya itu saat itu juga. Kita harus menunggu ayah,ibu atau orang lain untuk menyediakan apa yang kita butuhkan.

Sebagai seorang kristen, kita harus belajar dan belajar lagi bahwa kita harus menunggu Tuhan, pribadi yang akan menyediakan semua yang kita butuhkan. Kita harus mengetahui bahwa waktu Tuhan adalah saat yang paling baik, dan segala sesuatu berada di bawah kendali-Nya.

Bila kita melihat kisah Ishak dan Ribka, di mana dalam hal ini Abraham mengungkapkan keyakinannya pada kemampuan Allah untuk memimpin pelayannya menemukan wanita yang tepat bagi anaknya. Abraham contoh hidup dari kebenaran Amsal 3:5,6. seperti Abraham yang hidup oleh iman, Tuhan memberkati dan membimbing hidupnya.

Kita juga harus yakin dan percaya bahwa hidup kita ada dalam kontrol Allah. Seperti abraham yang merendahkan diri di hadapan Allah, kita pun perlu mencari kerajaan Allah dan Dia akan memenuhi semua kebutuhan kita, termasuk menemukan pasangan hidup atau kita hidup bagi Dia sebagai seorang yang melajang.

–          Mengapa Allah begitu lama dalam bertindak?

Yakinlah bahwa setiap penundaan adalah untuk kebaikan kita, bukan karna Tuhan sedang mempermainkan kita. Allah ingin kita menghubungi-Nya, hidup dekat dengan-Nya dan menunggu tindakan-Nya.

–          Mengapa saya butuh pertolongan Tuhan dalam memilih pasangan hidup?

Keputusan untuk menikah dapat menumbuhkan keraguan, mengubah hidup, dan berakibat kekal terhadap kerohanian kita. Banyak dari kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya. Sehingga kita butuh pertolongan Tuhan untuk mempersiapkan kita menghadapi pernikahan dan menolong kita memilih org yang terbaik.

–     Bagaimana Roh Kudus membimbing pilihan, pikiran, dan perasaan kita?

Mungkin hal ini cukup rumit karna kita berbicara tentang informasi yang kurang objektif.  Memisahkan perasaan subjektif atau dorongan hati kita dari suara Roh Kudus tidak selalu mudah dilakukan. Namun kita dapat meyakini bahwa Roh kudus tidak akan pernah melanggar perintah-perintah yang tercantum dalam alkitab. Roh kudus tidak akan pernah memerintahkan kita menikah dengan orang yang tidak percaya Yesus. Dan juga Dia tidak akan pernah menuntun kita menikah demi uang. Dia akan memberikan kepekaan akan apa yang baik atau salah dalam suatu hubungan antarpribadi.

–          Bagaimana kita harus berdoa supaya Allah memimpin kita menemukan pasangan kita?

Sesering mungkin dan jangan bosan! Allah sangat ingin mendengar permintaan kita akan hal ini. Saat kita membawa permintaan ini kepada-Nya dan menyerahkan diri dalam pengarahan-Nya, yakinlah (lagi2 dengan iman) bahwa Dia akan menyatakan kehendak-Nya.

  1. Pertimbangkan Karakternya

Orang seperti apa yang mampu mengetarkan hati anda? Apakah anda mau menikah dengan seorang dokter yang melakukan penipuan ketika masuk ke fakultas kedokteran? Atau seorang pecandu narkoba, atau seorang pemalas?

Tentu bukan seperti itu kan?

Kita pasti menginginkan seorang dokter yang ahli dan dapat di andalkan semasa kuliahnya, seorang yang benar-benar siap membedah anda. Atau seorang ahli pertanian yang selalu menyediakan seikat mawar atau secangkir teh setiap pagi dengan senyuman.

Jadi kita perlu merasa yakin kalau orang yang akan jadi pasangan kita memiliki persyaratan seorang yang baik. Tapi bukan berarti pada saat pacaran kita kasi selembar kertas yang berisi tes kepribadian. Tetapi maksudnya kita harus sadar akan sifat-sifat yang disenangi dari seorang pacar, atau sifat2 yang harus di waspadai. Dan yang paling penting adalah apa yang kita harapkan dari orang lain juga harus terbukti dalam kehidupan kita.

–          Karakter apa yang harus di miliki oleh pasangan kita?

–          1. Kesediaan untuk melayani, dan kerendahan hati

Pasangan kita harus dapat hidup secara harmonis dengan orang lain, mau bergaul dengan kalangan manapun, tidak sombong, dan terutama ia mau melayani kita.

  1. Murni dalam hal seksual

Seks di ciptakan untuk pernikahan. Jadi kita harus menjaga diri kita bagi seseorang yang juga menjaga dirinya bagi kita (Roma 13:13,14).

  1. menyembah Kristus

kita harus mencari pasangan yang seiman, memiliki kepekaan rohani dan rindu hidup bagi Kristus

  1. Prioritas yang benar

Orang yang kita pilih sebaiknya tidak diperbudak oleh uang, kesenangan.

  1. Keyakinan yang benar

Jangan mau dengan seorang bidat!(orang sesat) Kita tidak harus sepaham dengan hal-hal yang tidak pokok,tetapi pastikan bahwa kita memegang doktrin yang alkitabiah (I Yohanes 4:1-6)

  1. Komitmen untuk bergereja

Dalam hal ini adalah hidup bersekutu untuk melayani sesama, bukan menjadi orang yang senang menyendiri. Karna Allah tidak memaksudkan hidup kekristenan sebagai cara untuk hidup menyendiri.

  1. Sikap mengasihi

Ini penting dalam hidup orang percaya, jangan mencari pasangan yang suka menggerutu, cepat marah dan suka bertengkar itu hanya dapat menyiksa hidup kita. Uji hubungan itu apakah selalu cekcok, apakah diperlakukan sewenang-wenang, baik perkataan maupun emosional!

  1. penguasaan diri

lihat apakah pasangan mu memiliki penguasaan emosi yang baik saat marah? Apakah dia pecandu alkohol, obat penenang, makanan, kerja atau yang lainnya yang tidak dapat di kendalikan. ( Galatia 5:22,23 ; efesus 5:15-18).

  1. Kejujuran

Jika seseorang yang mengasihi kita, ia akan memperlihatkan perasaan itu dengan kata-kata yang jujur.

  1. Kecantikan/ketampanan dibawah kulit
  2. Tanggung jawab

Jangan menikah dengan orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan malas, yang kehilangan keinginan atau kehabisan cara untuk memenuhi tanggung jawab tertentu. Kita jangan memilih pasangan yang tidak bertanggung jawab secara keuangan.

  1. Hubungan yang baik dengan orang tua

Tidak seorang pun (kecuali Tuhan Yesus ) yang pernah menunjukan kasih yang sempurna, tetapi yang kita rindukan adalah ungkapan kasih yang sedapat mungkin mendekati kesempurnaan. Teman2 gantilah  kata kasih di I Korintus 13:4-7 dengan nama anda dan pasangan anda, dan lihat bagaimana anda memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan pola alkitab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s